AS 1253 B Solenoid Tarik Kelas Industri untuk Beban Berat | Aktuator DC Gaya Tinggi
Deskripsi Produk
| Merek | Dokter Solenoid | Nomor Model | AS 1253 B |
| Tegangan Terukur (V) | Tegangan DC 6V, 12V atau 24V | Daya Terukur (W) | 10-20 W |
| Mode Kerja | Tipe Tarik Linier | Kekuatan Penahan (N) | 2--3 N |
| Langkah (mm) | 10-18 MM Disesuaikan | Atur Ulang Waktu | 1 detik menyala, 3 detik mati |
| Masa Pakai Layanan | 200 Ribu Kali | Sertifikasi | CE, ROHS, ISO9001, |
| Bahan | Besi Magnet Unggul | Panjang Kawat Penghantar (mm) | 200 MM |
| Gaya Instalasi | Baut | Toleransi Dimensi | +/- 0,1 MM |
| Tahan air | Tidak ada | Kelas Isolasi | B |
| Tes Hi-Pot | AC 600V 50/60Hz 2s | Gaya Penahan Non-eksitasi | 0 |
| Suhu Kerja | -10°C-100°C | Siklus Kerja | 1-80% |
| Kedalaman Ulir (mm) | 2 | Syarat Pembayaran | TT, atau LC Saat Dilihat |
| Pesanan Contoh | Ya | Jaminan | 1 Tahun |
| MOQ | 1000 buah | Kemampuan Pasokan | 5000 pcs per Minggu |
| Waktu Pengiriman | 30 Hari | Pelabuhan Pemuatan | Shenzhen |
Diagram detail produk





1
Solenoid Tarik Kelas Industri untuk Beban Berat dirancang untuk bekerja sangat baik dalam situasi yang paling membutuhkannya. Aktuator solenoid ini memberi Anda daya dan keandalan yang tinggi, baik untuk otomatisasi mesin, pengendalian katup, atau pergerakan peralatan berat dalam garis lurus. Terbuat dari material yang kuat dan memiliki rekayasa yang unggul, sehingga akan bekerja andal dan tahan lama dalam lingkungan industri yang paling berat sekalipun. Solenoid ini dapat dengan mudah menangani beban berat, menjadikannya pilihan terbaik untuk industri yang membutuhkan akurasi, daya tahan, dan efisiensi tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Solenoid Tarik
1. Apa itu Solenoid Tarik (Pull-In Solenoid)?
Solenoid tarik adalah perangkat elektromekanik yang mengubah energi listrik menjadi gerakan linier. Ketika mendapat daya, ia menarik pendorong atau angker ke dalam kumparan solenoid, yang membuatnya "tertarik masuk".
2. Bagaimana cara kerja solenoida tarik?
Ketika listrik mengalir melalui kumparan solenoida, ia menghasilkan medan magnet. Plunger (inti) bergerak dalam lintasan lurus karena medan ini menariknya ke tengah kumparan. Pegas atau gaya lain biasanya mendorong plunger kembali ke posisi semula setelah arus berhenti.
3. Apa saja beberapa kegunaan umum dari solenoida tarik (pull-in solenoida)?
- Kontaktor dan relai untuk listrik
- Mekanisme penguncian
- Mesin yang menjual barang
- Penggerak mobil
- Otomatisasi di industri
- Pengunci untuk pintu
4. Apa perbedaan antara solenoid tipe tarik (Pull-In) dan solenoid tipe dorong (Push-Type)?
Ketika solenoida tarik diaktifkan, solenoida tersebut mendorong pendorong ke arah kumparan.
Solenoid tipe tekan mendorong pendorong menjauh dari kumparan. Beberapa desain dapat dibalik hanya dengan mengubah orientasi pemasangan.
5. Berapakah beberapa tegangan umum untuk solenoida tarik (pull-in solenoida)?
Tergantung penggunaannya, alat ini dapat bekerja dengan tegangan yang berbeda, biasanya 12V, 24V, 48V DC, atau tegangan AC yang sama.
6. Hal apa saja yang perlu saya pertimbangkan saat memilih Solenoid Tarik (Pull-In Solenoid)?
- Panjang langkah (seberapa jauh pendorong bergerak)
- Gaya yang dibutuhkan di akhir gerakan
- Siklus kerja (digunakan sepanjang waktu atau hanya sesekali)
- Kebutuhan akan tegangan dan arus
- Ukuran dan cara pemasangannya.
7. Berapa lama solenoida dapat bekerja?
Siklus kerja menunjukkan seberapa sering Anda dapat menghidupkan solenoida tanpa membuatnya terlalu panas. Beberapa kategori umum meliputi:
- Penggunaan Berkelanjutan: Dapat tetap terisi daya untuk jangka waktu yang tidak terbatas.
- Penggunaan Berselang-seling: Perlu dimatikan dan dihidupkan kembali secara berkala agar mendingin.
8. Apa yang perlu saya lakukan agar Solenoid Tarik (Pull-In Solenoid) tetap berfungsi?
- Pastikan pendorong dan wadahnya bersih dan bebas dari kotoran.
- Periksa kabel yang putus atau sambungan yang longgar.
- Pastikan pegas pengembalian berfungsi (jika ada).
9. Mengapa solenoida saya tidak bekerja?
Kemungkinan penyebabnya:
- Tidak ada daya atau tegangan yang salah
- Kumparan yang terbakar
- Penyumbatan oleh mesin
10. Pegas pengembalian rusak. Dapatkah solenoida tarik bekerja dengan arus AC dan DC?
Beberapa solenoida dirancang untuk bekerja dengan arus AC, sementara yang lain dirancang untuk bekerja dengan arus DC. Selalu periksa kembali spesifikasinya; menggunakan jenis tegangan yang salah dapat merusak solenoida.
3.





