Solenoid Dorong-Tarik Tubular AS 7042 – Aktuator Linier 24 V / 12 V
Deskripsi Produk
| Merek | Dokter Solenoid | Nomor Model | AS 7024 |
| Tegangan Terukur (V) | DC12V atau 24V | Daya Terukur (W) | 140W |
| Mode Kerja | Dorong dan Tarik | Kekuatan Penahan (N) | 15-25N |
| Langkah (mm) | 10-17 MM Disesuaikan | Atur Ulang Waktu | 1 detik menyala, 3 detik mati |
| Masa Pakai Layanan | 200 Ribu Kali | Sertifikasi | CE, ROHS, ISO9001, |
| Bahan | Besi Magnet Unggul | Panjang Kawat Penghantar (mm) | 200 MM |
| Gaya Instalasi | Baut | Toleransi Dimensi | +/- 0,1 MM |
| Tahan air | Tidak ada | Kelas Isolasi | B |
| Tes Hi-Pot | AC 600V 50/60Hz 2s | Gaya Penahan Non-eksitasi | 0 |
| Suhu Kerja | -10°C-100°C | Siklus Kerja | 1-100% |
| Kedalaman Ulir (mm) | / | Syarat Pembayaran | TT, atau LC Saat Dilihat |
| Pesanan Contoh | Ya | Jaminan | 1 Tahun |
| MOQ | 1000 buah | Kemampuan Pasokan | 5000 pcs per Minggu |
| Waktu Pengiriman | 30 Hari | Pelabuhan Pemuatan | Shenzhen |
Prdiagram detail produk





AS 7042 Tabung Solenoid Dorong-Tarik
Solenoid dorong-tarik beroperasi berdasarkan medan elektromagnetik yang dihasilkan ketika arus mengalir melalui kumparan. Medan magnet menggerakkan pendorong yang dapat bergerak untuk melakukan gerakan linier, menghasilkan gaya dorong atau tarik tergantung pada desainnya. Prinsip intinya berasal dari kebocoran fluks magnetik kumparan heliksSaat kumparan dialiri energi, medan magnet menarik pendorong ke arah tengah kumparan; saat daya dimatikan, pegas atau gaya eksternal mengembalikannya ke posisi semula.
Pada desain standar, jarak antara pendorong yang bergerak dan inti besi tetap adalah sekitar... 50–100 mmDengan menyesuaikan jumlah lilitan kumparan, tingkat arus, dan struktur rangkaian magnetik, gaya dan daya keluaran dapat dikontrol secara tepat.
Fitur-fitur utama meliputi:
Struktur kompak cocok untuk dipasang di ruang terbatas
Pengoperasian DC dengan start-up cepat dan risiko terbakarnya koil yang rendah
Frekuensi operasi tinggi, seringkali melebihi 3.800 siklus per jam
Respons cepat dan pengaturan ulang cepat, ideal untuk mekanisme peralihan cepat
2. Industri Aplikasi Solenoid Tarik-Dorong
Solenoid tarik-dorong banyak digunakan di berbagai bidang otomatisasi industri karena keandalannya, respons yang cepat, dan masa pakai yang lama. Industri umum meliputi:
Peralatan listrik: mekanisme aktuator, kontrol sakelar
Industri petrokimia: perangkat kontrol dan inspeksi katup·
Mesin dan peralatan perangkat kerassistem pemberian makan dan penguncian otomatis
Mesin pengemasmekanisme frekuensi tinggi dalam proses otomatis
Peralatan kantor dan konsumen: kait dan aktuator elektromagnetik
Kemampuan mereka untuk melakukan operasi yang sering dan cepat membuat mereka cocok untuk mekanisme sederhana maupun alur kerja otomatis yang kompleks.
3. Siklus Kerja (Tingkat Operasi)
Siklus kerja menunjukkan seberapa sering solenoida dapat diberi energi dalam periode waktu tertentu. Klasifikasi umum meliputi:
Siklus Kerja 100% – Pengaktifan energi berkelanjutan
Siklus Kerja 50% – Aktif 1 detik / nonaktif 1 detik
Siklus Kerja 25% – Diberi daya selama seperempat siklus operasi
Siklus Kerja 10% – Pengaktifan daya yang singkat dan terputus-putus
Siklus kerja yang lebih rendah memungkinkan gaya sesaat yang lebih tinggi, tetapi pemberian daya yang berkepanjangan pada siklus kerja rendah dapat menyebabkan panas berlebih. Oleh karena itu, pemilihan siklus kerja yang tepat sangat penting untuk memastikan pengoperasian yang aman dan andal.
4. Ringkasan
Solenoid tarik-dorong banyak digunakan karena strukturnya yang sederhana, pengoperasian yang cepat, dan keandalan yang tinggi. Memahami prinsip kerja, bidang aplikasi, dan klasifikasi siklus kerjanya membantu memastikan pemilihan yang tepat dan kinerja optimal dalam aplikasi industri. Untuk rekomendasi model yang lebih spesifik atau panduan teknis, disarankan untuk berkonsultasi dengan pemasok profesional atau tim teknis.





